Makalah : Mengapa Manusia lebih sempurna dari makhluk lain?

Oleh : Huda Nuralawiyah

PAI-A

08.01.263

Sekolah Tinggi Agama Islam Tasikmalaya

Bab I

Pendahuluan

  1. A.   Latar Belakang

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, berbagai ayat dalam al-Qur’an menjelaskan tentang kesempurnaan penciptaan manusia kesempurnaan penciptaan manusia itu kemudian semakin “disempurnakan” oleh Allah dengan mengangkat manusia sebagai khalifah di muka bumi yang mengatur alam dan ekosistem ilahiyah yang rahmatan lil alamin, menaburkan potensi keselarasan, kemanfaatan, musyawarah dan kasih sayang ke penjuru alam serta memberdayakan seluruh ciptaanNya agar bermakna.

Keberadaan manusia  dengan predikat paling sempurna itu tidak selamanya  membawa manusia menjalani kehidupannya dengan kesenangan dan kebahagiaan.

Kesedihan dan kesengsaraan membuntuti perjalanan hidup manusia. Karena manusia dikaruniai kemampuan dengan derajat paling tinggi, maka kesenangan-kebahagiaan dan kesedihan-kesengsaraan itu berada di tangan manusia sendiri.

Mengingat keadaan seperti itulah, maka manusia  memerlukan upaya  untuk menjaga agar dirinya tetap bahagia dan tidak terjerumus ke dalam lembah kehinaan. Potensi-potensi yang ada pada diri manusia itulah yang akan mengantarkan manusia menuju ke arah ahsani taqwim (potensi terbaik) dan tidak terjerumus ke dalam asfala safilin (kehinaan, kerendahan).

Pada dasarnya fitrah manusia adalah baik, agar fitrah manusia itu teruji, maka dalam diri manusia dilengkapi dengan keresahan-keresahan dan godaan-godaan yang berlawanan dengan fitrah manusia.

Manusia juga dilengkapi dengan potensi untuk memperoleh  kesenangan, ambisi, kemenangan yang dapat membuat fitrah manusia itu  dalam kegelapan.

Oleh karena ituu, lantas bagaimana alquran menjelaskan tentang kesempurnaan penciptaan manusia ini?

Maka, makalah ini berusaha untuk mengulas bagaimana Alquran  membahas bahwa manusia adalah makhluq yang paling sempurna dibanding makhluq lainnya.

  1. B.           Perumusan Masalah

Didalam pembuatan makalah ini ada permasalah yang akan ditinjau, yaitu, apa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga dianggap sempurna dalam Alquran?

C.Tujuan Penulisan Makalah

            Adapun tujuan penulisan makalah yang ini yaitu mengetahui apa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga dianggap sempurna dalam Alquran

  1. D.           Metode Penulisan Makalah

Metode atau cara yang digunakan dalam penulisan makalah adalah melakukan studi kepustakaan dan mencari sumber dari Internet. Juga sumber-sumber lain yang dapat menjadikan referensi makalah yang kami buat ini.

  1. E.           Sistematika Penulisan Makalah

            Dalam Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari :Kata Pengantar, Daftar Isi , Bab I Pendahuluan terdiri dari : Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan Makalah, Metode Penulisan  Makalah, Sistematika Penulisan. Bab II Pembahasan terdiri dari 1. QS. Al Isro: 70, 2. Qs Al-muminuun:115-116.Bab III Penutup, daftar pustaka.

 Bab II

Pembahasan

 

Alloh menjelaskan bahwa manusia adalah makhluq yang lebih mulia disbanding makhluq lainnya, yaitu dalam QS. Al Isro: 70, Qs Al-muminuun:115-116.

Berikut penjelasannya.

  1. 1.    QS. Al Isro: 70

* ô‰s)s9ur $oYøB§x. ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä öNßg»oYù=uHxqur ’Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur Nßg»oYø%y—u‘ur šÆÏiB ÏM»t7ÍhŠ©Ü9$# óOßg»uZù=žÒsùur 4’n?tã 9ŽÏVŸ2 ô`£JÏiB $oYø)n=yz WxŠÅÒøÿs? ÇÐÉÈ

70. dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[1], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

[1] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia adalah makhluq yang unik yang memiliki kehormatan dalam kedudukannya sebagai manusia baik ia taat beragama ataupun tidak.

Dengan bersumpah sambil mengukuhkan  pernyataan-Nya dengan kata qad, ayat ini menyatakan bahwa dan Kami, yakni alloh bersumpah bahwa sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam dengan berntuk tubuh yang bagus, kemampuan berbicara dan berfikir, seerta berpengetahuan dan Kami beri juga mereka kebebasan memilah dan memilih.

Dan Kami angkut mereka di daratab dab di lautan dengan aneka alat transportasi yang Kami ciptakan dan tundukkan bagi mereka, atau yang Kami ilhami mereka pembuatannya, agar mereka dapat menjelajahi bumi dan angkasa yang kesemuanya kami ciptakan untuk mereka. dan kami juga beri mereka rizki dari yang baik-baik sesuai kebutuhan mereka, dan dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Kami lebihkan mereka dari hewan, dengan akal dan daya cipta, sehingga menjadi makkhluq bertanggungjawab. Kami lebihkan yang taat dari mereka atas malaikat karena ketaatan manusia melalui perjuangan melawan syetan dan nafsu, sedang ketaatan malaikat atanpa tantangan.

Ayat ini tidak menjelaskan berntuk kehormatan, kemulian dan keistimewaan yang dianugrahkan Alloh kepada  anak cucu Adam,as. Itu agaknya untuk mengisyaratkan bahwa kehormatan tersebut banyak dan ia tidak khusus untuk satu ras atau generasi tertentu, tidak juga berdasar agama atau keturunan, tetapi dianugrahkan untuk seluruh anak cucu Adam.

Ayat ini merupakan salah satu dasar menyangkut pandangan Islam tentang hak-hak asasi manusia. Manusia, siapapun, harus dihormati hak-haknya tanpa perbedaan. Semua memiliki hak hidup, hak berbicara dan mengeluarkan pendapat.

Akan tetapi, manusia pada hakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain.

Manusia sebagai salah satu mahluk yang hidup di muka bumi merupakan mahluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang, sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memlikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif.

Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan.kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa meampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70.

Diantara karakteristik manusia adalah :

1.Aspek Kreasi

2.Aspek Ilmu

3.Aspek Kehendak

4.Pengarahan Akhlak

2. Qs Al-muminuun:115-116.

óOçFö7Å¡yssùr& $yJ¯Rr& öNä3»oYø)n=yz $ZWt7tã öNä3¯Rr&ur $uZøŠs9Î) Ÿw tbqãèy_öè? ÇÊÊÎÈ   ’n?»yètGsù ª!$# à7Î=yJø9$# ‘,ysø9$# ( Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd >u‘ ĸöyèø9$# ÉOƒÌx6ø9$# ÇÊÊÏÈ

 

115. Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?

116. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

Dalam ayat  ini, manusia diingatkan tentang kelemahan mereka dengan menyatakan : Jika demikian kenyataan yang akan kamu hadapi, maka apakah kamu durhaka dan melecehkan tuntunan Kami dan kaum beriman karena kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), /sia-sia tanpa hikmah dan kamu menyatakan dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami, yakni dibangkitkan hidup kembali setelah kematian kamu guna mempertanggungjawabkan semua amal kamu? Tidak, sungguh kamu keliru jika mengira demikian.

Maka Maha Tinggi Alloh, Raja penguasa Tunggal Yang Haw, yang tidak disentuh oleh kebatilan, kekurangangan, dan kepunahan tidak ada tuhan penguasa dan pengendali alam raya lagi yang berhak disembah lagi selain dia, tuhan Pemilik dan Pengendali Arsyi yang mulia.

Kata ‘abatsan/sia-sia/main-main, yakni perbuatan yang tidak bermanfaat.

Pernyataan ayat di atas menunjukkan keniscayaan adanya hari pembalasan. Karena dalam kehidupan dunia ini, terbukti ada manusia yang baik dan berlaku adil, dan adapula sebaliknya. Seandainya Alloh tidak member balasan yang setimpal, maka tentu hal  itu mengakibatkan sia-sianya kebaikan yang berbuat baik. Demikian juga harapan mereka yang belum terbalas kekejaman para penganiaya.

Jadi, manusia adalah makhluk sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya ciptaan Allah Swt. Menurut Muhaimin dan Abdul Mujib, Allah Swt menciptakan manusia dengan membawa jiwa imanitas dan humanitas yang tumbuh sebelum manusia lahir di dunia. Pangkal insaniah manusia terletak pada jiwa imanitasnya, sedangkan jiwa insaniah tumbuh sebagai pancaran dari jiwa imanitasnya, jiwa inilah yang menandakan substansi kemanusiaan manusia yang berbeda denga substansi makhluk-makhluk lainnya. 

Bab III

Penutup

 

Alloh melebihkan manusia dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Ia ciptakan.

Alloh lebihkan manusia dari hewan, dengan akal dan daya cipta, sehingga menjadi makkhluq bertanggungjawab. Alloh lebihkan yang taat dari manusia atas malaikat karena ketaatan manusia melalui perjuangan melawan syetan dan nafsu, sedang ketaatan malaikat atanpa tantangan.

Alloh juga melebihkan dalam penciptaan manusia yang memiliki tujuan, tidak hanya main-main saja.

 

Daftar Pustaka

 

Shihab, M Quraish. Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran Vol 10. Jakarta:Lentera Hati,2002.

Departemen Agama RI. Alquran dan Tafsirnya, Jilid 7 juz 19-20-21.Jakarta,2009.

AN  Syadeli, Muchsin. Penelitian Baru-2009.(soft file)

www.psq.or.id

http://www.ajenkkartika.blogspot.com


About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s