Lancarkan Persalinan Dengan Jalan Kaki Pagi

bidanku.com

 

Memasuki kehamilan pada usiatrimester akhir banyak ibu yang khawatir pada proses persalinannya. Oleh karena itu anda memerlukan informasi yang dapat membantu anda dalam mengatasi kecemasan menanti persalinan. Sebaiknya informasi yang didapatkan oleh anda menjelang persalinan diberitahukan pada suami sebagai pendamping yang akan menemani anda saat persalinan. Selain anda mengetahui informasi menjelang persalinan, hal yang harus anda ketahui adalah beberapa cara persiapan menjelang persalinan. Tidak saja bagi pasangan suami istri yang baru, menyambut kehadiran bayi pertama akan tetapi bagi setiap ibu hamil akan mengalami kecemasan menjelang persalinannya. Salah satu persiapan yang dapat anda persiapkan adalah ketenangan, mengelola stres dan mengurangi ketakutan menghadapi persalinan.

Selain itu beberapa kegiatan kecil yang bermanfaat dapat anda lakukan salah satunya adalah dengan melakukan jalan kaki setiap pagi untuk melancarkan persalinan. Persalinan normal sangat diidamkan oleh seluruh wanita, bagi anda yang menginginkan persalinan secara normal anda dapat mendapatkan manfaat dari jalan kaki pagi. Jalan kaki setiap pagi  memberikan ketenangan dan kesegaran udara bagi kesehatan kehamilan anda, jalan kaki setiap pagi merupakan gerakan yang sehat, aman dan paling mudah yang dapat dilakukan oleh ibu hamil.

Berikut adalah manfaat jalan kaki setiap pagi bagi ibu hamil, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.    Memperkuat Otot Menjelang Persalinan

Bagi anda yang melakukan jalan kaki setiap pagi dengan teratur apalagi di trimester ketiga akan membantu anda dalam mempersiapkan persalinan. Otot-otot yang dibutuhkan dalam membantu persalinan anda akan lebih kuat. Salah satu penelitian mengemukakan bahwa dengan gerakan ringan yang dilakukan oleh ibu hamil akan membantu menguatkan otot salah satunya otot panggul yang dapat mempermudah proses persalinan.

2.    Membuat Ibu hamil lebih bugar

Jalan kaki pada pagi hari dengan teratur akan membantu anda dalam menjaga kesehatan dan mengurangi keluhan yang sering kali terjadi selama kehamilan. Menurut penelitian yang dilakukan di california, ibu hamil yang bugar akan lebih mudah dapat melakukan proses mengejan. Bahkan ibu hamil yang sering melakukan senam hamil atau yoga akan lebih mungkin mengalami proses persalinan yang lebih cepat dibandingkan dengan ibu hamil yang jarang berolahraga selama kehamilan.

3.    Mengurangi resiko kehamilan bermasalah

Dengan melakukan gerakan yang teratur di pagi hari atau jalan kaki selama kehamilan anda, maka anda dapat mengurangi resiko mengalami kehamilan bermasalah. Beberapa diantaranya adalah resiko pre-eklamsia dan diabetes.

4.    Mengurangi stres fisik dan mental

Latihan fisik yang teratur pada ibu hamil akan memicu timbulnya hormon endorfin yang akan memberikan efek psikologis yaitu memberikan ketenangan secara mental. Selain melepaskan ketegangan mental, gerakan teratur akan membantu anda dalam mengurangi stres fisik dikarenakan jalan kaki pada pagi hari tidak membuat tubuh ibu hamil kelelahan berlebihan.

5.    Menjaga Kenaikan Berat badan dengan Wajar

Membiasakan hidup sehat dengan melakukan latihan sehat seperti jalan kaki di pagi hari akan membantu anda dalam menjaga kenaikan berat badan yang wajar selama kehamilan. Hal ini berhubungan dengan jalan kaki yang merupakan latihan fisik dalam menjaga pembuluh jantung ibu hamil dikarenakan tidak terlalu membebani persendian dan lutut. Dengan cara seperti ini akan menjaga berat badan anda selama kehamilan.

6.    Meningkatkan Kualitas tidur selama kehamilan

Keluhan yang sering kali dialami oleh ibu hamil adalah kesulitan tidur malam dengan baik. Dengan olahraga teratur seperti melakukan jalan kaki setiap pagi maka akan membantu anda dalam mengurangi masalah kesulitan tidur.

Perkembangan Janin Usia 6 Bulan

http://bidanku.com

Janin masih sangat kecil. Garis-garis sudah tampak pada telapak tangan dan ujung-ujung jarinya. Sistem pendengaran mulai berkembang walau belum sepenuhnya berfungsi. Proses pembentukan tulang terus berlanjut sehingga tulang janin semakin kuat. Panjang janin 33 cm dan beratnya 570 gram. Janin sudah tidak bisa bergerak leluasa, karena seluruh ruangan dalam rahim telah terisi/penuh. Janin akan berada alam posisi meringkuk, dengan tangan didepan dagu dan kaki di depan dada. Walaupun sistem organ belum berfungsi sepenuhnya, namun janin mampu mendengarkan suara-suara dari luar, dan mampu merasakan apa yang dirasakan ibu. Bila ibu merasa stress, cemas, kesal sedih atau bahagia,janin akan merasakan hal yang sama. Kondisi ini disebabkan hormon adrenalin yang diproduksi ibu dapat menembus plasenta sehingga mempengaruhi kondisi emosi bayi. Si ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh janin yang berlainan dengan menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan kadang ibu merasakan sakit di bagian perut.

Perkembangan Janin Minggu ke-21

Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan. Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif. Anda akan merasakan lebih banyak gerakan janin sekarang karena bayi makin aktif.

Perkembangan Janin Minggu ke-22

Janin mulai sadar akan lingkungannya dan janin akan merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan anda di perut. Tubuh Janin mulai memproses sel darah putih. ini penting untuk Janin dalam melawan penyakit dan infeksi.
Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia. 

Perkembangan Janin Minggu ke-23

Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran kepalanya sudah sesuai dengan tubuhnya. Saat ini janin terlihat sama seperti akan lahir, tapi lebih kecil dan kurus. Anda dapat mendengarkan detak jantung bayi anda dengan stetoskop.(letakkan stetoskop langsung di perut).pertumbuhan otak saat ini sangat cepat.
Kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini. 

Perkembangan Janin Minggu ke-24

Pendengaran Janin sudah terbentuk sempurna. Janin akan bergerak dengan suara musik dari luar. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya. Janin membentuk pola kapan saat tidur dan saat bangun. Anda aka merasakan saat janin bergerak terus, dan saat terdiam. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata

Perkembangan Janin Usia 5 Bulan

Bidanku.com

 

Pada bulan ini, janin mulai bisa mengenali lingkungan sekitarnya. Janin pun mulai merasakan berbagai sensasi. Alis mata dan rambut halus di kulit kepala mulai tumbuh, yang ini bersifat sementara. Dua minggu setelah bayi lahir, rambut-rambut ini akan rontok. Jadwal kegiatan janin relatif teratur. Pada pagi hari hingga menjelang sore hari, janin akan beristirahat. Karena itu pada rentang waktu ini, janin melakukan gerakan yang relatif sedikit. Pada malam hari, janin beraktivitas aktif, sehingga kadang mengganggu kegiatan tidur ibu. Pada usia lima bulan, janin memiliki panjang badan 25 cm.

Perkembangan Janin Minggu ke-17

Kulit janin berkembang dan transparan. Terlihat merah karena pembuluh darah masih terlihat jelas. Telinga sudah terbentuk sempurna dan berada pada posisi akhir. Meski matanya terpejam, janin dapat menangkap cahaya yang terang. Dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.
Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan. 

Perkembangan Janin Minggu ke-18

Sekarang Janin sudah dapat mendengarkan suara dari luar tubuh anda.  Janin akan bergerak atau melompat ketika mendengarkan suara keras. Otot Janin sudah dapat berkontraksi dan relaks, Janin sudah dapt menendang, meninju dan bergerak sangat aktif. Dalam minggu ini mungkin anda sudah dapat merasakan gerakan putarannya untuk pertama kali.
Taksiran berat janin sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.
Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama. 

Perkembangan Janin Minggu ke-19

Sekarang panjang janin sekitar 23 cm dengan berat 200 gr. Jika belum juga merasakan gerakan janin, mungkin minggu ini anda akan mulai merasaka gerakannya. Otak janin telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi. 

Perkembangan Janin Minggu ke-20

Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak. Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter. Otot Janin semakin kuat setiap minggu. Jika masih belum dapat merasakan gerakannya, anda pasti akan merasakan gerakannya sekarang. Mungkin saja anda mengartikan gerakannya pertama kali seperti angin, karena terasa seperti letupan gelembung-gelembung di dalam. Janin bergerak sekitar 200 kali sehari, tapi anda hanya merasakan sedikit dari semua gerakan ini.

TPP (Tingkat Pencapaian Perkembangan) Kelompok Usia 4 – <5 Tahun berdasarkan Permendiknas NOMOR 58 TAHUN 2009

Lingkup Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan

I. Nilai-nilai Agama dan

Moral

Merespons hal-hal

yang terkait dengan

nilai agama dan moral.

1. Mengenal Tuhan melalui agama yang dianutnya.

2. Meniru gerakan beribadah.

3. Mengucapkan doa sebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu.

4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk.

5. Membiasakan diri berperilaku baik.

6. Mengucapkan salam dan membalas salam.

 

II. Motorik

A. Motorik Kasar

1. Menirukan gerakan binatang,

pohon tertiup angin, pesawat

terbang, dsb.

2. Melakukan gerakan

menggantung (bergelayut).

3. Melakukan gerakan melompat,

meloncat, dan berlari secara

terkoordinasi

4. Melempar sesuatu secara

terarah

5. Menangkap sesuatu secara

tepat

6. Melakukan gerakan antisipasi

 

B. Motorik Halus

1. Membuat garis vertikal,

horizontal, lengkung kiri/kanan,

miring kiri/kanan, dan lingkaran.

2. Menjiplak bentuk.

3. Mengkoordinasikan mata dan

tangan untuk melakukan

gerakan yang rumit.     

4. Melakukan gerakan manipulatif

untuk menghasilkan suatu

bentuk dengan menggunakan

berbagai media.

5. Mengekspresikan diri dengan

berkarya seni menggunakan

berbagai media.

 

III. Kognitif

A. . Pengetahuan umum

dan sains

 

1. Mengenal benda berdasarkan

fungsi (pisau untuk memotong,

pensil untuk menulis).

2. Menggunakan benda-benda

sebagai permainan simbolik

(kursi sebagai mobil).      

3. Mengenal gejala sebab-akibat

yang terkait dengan dirinya.

4. Mengenal konsep sederhana

dalam kehidupan sehari-hari

(gerimis, hujan, gelap, terang,

temaram, dsb).

5. Mengkreasikan sesuatu sesuai

dengan idenya sendiri.

 

B. Konsep bentuk,

warna, ukuran dan

pola

 

1. Mengklasifikasikan benda

berdasarkan bentuk atau warna

atau ukuran.

2. Mengklasiifikasikan benda ke

dalam kelompok yang sama

atau kelompok yang sejenis

atau kelompok yang

berpasangan dengan 2 variasi.

3. Mengenal pola AB-AB dan

ABC-ABC.

4. Mengurutkan benda

berdasarkan 5 seriasi ukuran

atau warna.

 

C. Konsep bilangan,

lambang bilangan

dan huruf

 

1. Mengetahui konsep banyak dan

sedikit.

2. Membilang banyak benda satu

sampai sepuluh.

3. Mengenal konsep bilangan.

4. Mengenal lambang bilangan

IV. Bahasa

A. Menerima Bahasa

1. Menyimak perkataan orang lain

(bahasa ibu atau bahasa

lainnya).

2. Mengerti dua perintah yang

diberikan bersamaan.

3. Memahami cerita yang

dibacakan

4. Mengenal perbendaharaan kata

mengenai kata sifat (nakal, pelit,

baik hati, berani, baik, jelek,

dsb.).

B. Mengungkapkan

Bahasa.

1. Mengulang kalimat sederhana.

2. Menjawab pertanyaan

sederhana.

3. Mengungkapkan perasaan

dengan kata sifat (baik, senang,

nakal, pelit, baik hati, berani,

baik, jelek, dsb.).

4. Menyebutkan kata-kata yang

dikenal.

5. Mengutarakan pendapat

kepada orang lain.

6. Menyatakan alasan terhadap

sesuatu yang diinginkan atau

ketidaksetujuan.

7. Menceritakan kembali

cerita/dongeng yang pernah

didengar.

C. Keaksaraan

 

1. Mengenal simbol-simbol.

2. Mengenal suara–suara

hewan/benda yang ada di

sekitarnya.

3. Membuat coretan yang

bermakna.

4. Meniru huruf.

V. Sosial-Emosional

Mampu

mengendalikan emosi

 

1. Menunjukkan sikap mandiri dalam memilih kegiatan.

2. Mau berbagi, menolong, dan membantu teman.

3. Menunjukan antusiasme dalam melakukan permainan kompetitif secara positif.

4. Mengendalikan perasaan.

5. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan.

6. Menunjukkan rasa percaya diri

7. Menjaga diri sendiri dari lingkungannya.

8. Menghargai orang lain.

 

TPP (Tingkat Pencapaian Perkembangan) Kelompok Usia 5- <6 Tahun berdasarkan Permendiknas NOMOR 58 TAHUN 2009

Lingkup Perkembangan

Tingkat Pencapaian Perkembangan

I. Nilai-nilai Agama dan

Moral

Merespons hal-hal

yang terkait dengan

nilai agama dan moral.

1. Mengenal agama yang dianut.

2. Membiasakan diri beribadah.

3. Memahami perilaku mulia (jujur,

penolong, sopan, hormat, dsb).

4. Membedakan perilaku baik dan

buruk.

5. Mengenal ritual dan hari besar

agama.

6. Menghormati agama orang lain.

II. Motorik

A. Motorik Kasar

1. Melakukan gerakan tubuh secara

terkoordinasi untuk melatih

kelenturan, keseimbangan, dan

kelincahan.

2. Melakukan koordinasi gerakan

kaki-tangan-kepala dalam

menirukan tarian atau senam.

3. Melakukan permainan fisik

dengan aturan.

4. Terampil menggunakan tangan

kanan dan kiri.

5. Melakukan kegiatan kebersihan

diri.

7. Menendang sesuatu secara

terarah

8. Memanfaatkan alat permainan

di luar kelas.

B. Motorik Halus

1. Menggambar sesuai gagasannya.

2. Meniru bentuk.

3. Melakukan eksplorasi dengan

berbagai media dan kegiatan.

4. Menggunakan alat tulis dengan

benar.

5. Menggunting sesuai dengan pola.

6. Menempel gambar dengan tepat.

7. Mengekspresikan diri melalui

gerakan menggambar secara

detail.

 

III. Kognitif

A. . Pengetahuan umum

dan sains

 

1. Mengklasifikasi benda

berdasarkan fungsi.

2. Menunjukkan aktivitas yang

bersifat eksploratif dan menyelidik

(seperti: apa yang terjadi ketika

air ditumpahkan).

3. Menyusun perencanaan kegiatan

yang akan dilakukan.

4. Mengenal sebab-akibat tentang

lingkungannya (angin bertiup

menyebabkan daun bergerak, air

dapat menyebabkan sesuatu

menjadi basah.)

5. Menunjukkan inisiatif dalam

memilih tema permainan (seperti:

”ayo kita bermain pura-pura

seperti burung”).

6. Memecahkan masalah sederhana

dalam kehidupan sehari-hari.

B. Konsep bentuk,

warna, ukuran dan

pola

 

1. Mengenal perbedaan

berdasarkan ukuran: “lebih dari”;

“kurang dari”; dan “paling/ter”.

2. Mengklasifikasikan benda

berdasarkan warna, bentuk, dan

ukuran (3 variasi)

3. Mengklasifikasikan benda yang

lebih banyak ke dalam kelompok

yang sama atau kelompok yang

sejenis, atau kelompok

berpasangan yang lebih dari 2

variasi.

4. Mengenal pola ABCD-ABCD.

5. Mengurutkan benda berdasarkan

ukuran dari paling kecil ke paling

besar atau sebaliknya.

C. Konsep bilangan,

lambang bilangan

dan huruf

 

1. Menyebutkan lambang bilangan

1-10.

2. Mencocokkan bilangan dengan

lambang bilangan.

3. Mengenal berbagai macam

lambang huruf vokal dan

konsonan.

IV. Bahasa

A. Menerima Bahasa

1. Mengerti beberapa perintah

secara bersamaan.

2. Mengulang kalimat yang lebih

kompleks.

3. Memahami aturan dalam suatu

permainan.

B. Mengungkapkan

Bahasa.

1. Menjawab pertanyaan yang lebih

kompleks.

2. Menyebutkan kelompok gambar

yang memiliki bunyi yang sama.

3. Berkomunikasi secara lisan,

memiliki perbendaharaan kata,

serta mengenal simbol-simbol

untuk persiapan membaca,

menulis dan berhitung.

4. Menyusun kalimat sederhana

dalam struktur lengkap (pokok

kalimat-predikat-keterangan).

5. Memiliki lebih banyak kata-kata

untuk mengekpresikan ide pada

orang lain.

6. Melanjutkan sebagian

cerita/dongeng yang telah

diperdengarkan.

C. Keaksaraan

 

1. Menyebutkan simbol-simbol

huruf yang dikenal.

2. Mengenal suara huruf awal dari

nama benda-benda yang ada di

sekitarnya.

3. Menyebutkan kelompok gambar

yang memiliki bunyi/huruf awal

yang sama.

4. Memahami hubungan antara

bunyi dan bentuk huruf.

5. Membaca nama sendiri.

6. Menuliskan nama sendiri.

V. Sosial-Emosional

Mampu

mengendalikan emosi

 

1. Bersikap kooperatif dengan

teman.

2. Menunjukkan sikap toleran.

3. Mengekspresikan emosi yang

sesuai dengan kondisi yang ada

(senang-sedih-antusias dsb.)

4. Mengenal tata krama dan sopan

santun sesuai dengan nilai sosial

budaya setempat.

5. Memahami peraturan dan disiplin.

6. Menunjukkan rasa empati.

7. Memiliki sikap gigih (tidak mudah

menyerah).

8. Bangga terhadap hasil karya

sendiri.

9. Menghargai keunggulan orang

lain.